Wednesday, May 30, 2012

Materi, Unsur dan Energi


I. MATERI
   1) Pengertian Materi
      Materi adalah setiap objek atau bahan yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Massa itu sendiri menunjukkan jumlah bahan dalam suatu objek. Contohnya, definisi asli kg (kilogram) adalah massa dari 1000 (cm3) air pada 4oC dari tekanan atmosfer normal. Materi juga disebut dengan zat. Materi dapat berbentuk :
  • Gas : udara, gas oksigen, gas karbon dioksida, dll
  • Cair : Air, minyak, alkohol, dll
  • Padat : kayu, tas, tempat pensil, dll

   2) Sifat-Sifat Materi
      a) Sifat Fisika, adalah suatu keadaan yang dapat dilihat tanpa mengubah sifat kimia dari zat tersebut. Sifat fisika meliputi :
  •  Sifat Intensif : yaitu sifat fisika yang tidak bergantung pada jumlah dan ukuran zat. Misalnya, warna, bau, titik didih, dll
  • Sifat Ekstensif : yaitu sifat fisika yang bergantung pada jumlah dan ukuran zat.Misalnya, kelarutan, massa jenis, volume, panjang, dll.
      b) Sifat Kimia, adalah kecenderungan dari suatu zat untuk mengalami perubahan kimia tertentu. Misalnya, kereaktifan, keterbakaran, kestabilan, dll.

    3) Perubahan Materi 
      Setiap materi dapat mengalami perubahan dari suatu wujud ke wujud lainnya. Perubahan materi meliputi:
      a) Perubahan Fisika, yaitu psuatu proses perubahan suatu bahan tanpa merubah sifat dasar. Contohnya, air yang mendidih, es yang mencair, dll. Pada umumnya, perubahan fisika hanya mengalami perubahan wujud yang disertai dengan perubahan energi. 
        b) Perubahan Kimia, yaitu perubahan materi yang menghasilkan suatu zat baru. Contohnya, besi berkarat, pembusukkan kayu, perubahan kertas, dll. Dalam perubahan kimia, tiak hanya mengalami perubahan wujud, melainkan juga mengalami perubahan zat tetapi tidak mengalami perubahan massa.
        Gejala atau tanda-tanda yang menyertai reaksi kimia, adalah :
  • Terjadi perubahan warna. Misal : buah menjadi masak, buah menjadi masak, makanan menjadi gosong.
  • Terjadi perubahan suhu. Misal : singkong menjadi tape, kedelai menjadi tempe, dll
  • Terbentuk gas. Misal : kertas dibakar, kompor menyala, sampah membusuk, dll
  • Terbentuk endapan. Misal : susu menjadi basi, batu kapur disiram air, dll 

   4) Klasifikasi Materi
      Zat-zat murni digolongkan sebagai unsur atau senyawa. Unsur dapat digambarkan sebagai zat-zat yang tidak dapat diuraikan oleh perubahan kimia sederhana menjadi dua zat berlainan atau lebih. Contoh unsur-insur yang biasa digunakan pada bidang elektronika yaitu silikn, tembaga, germanium, dll.
     Senyawa kimia terbentuk dari dua atau lebih unsur. Contohnya, dari air yang sangat sederhana menjadi protein hemoglobin. sifat zat yang didapat dengan menguraikan suatu senyawa, sama sekali tidak berhubungan dengan sifat senyawa itu.
     Campuran adalah bahan yang mengandung dua sifat berlainan atau lebih. Sifat suatu campuran merupakan sifat dari unsur-unsur penyusunnya. Campuran disebut homogen, apabila tidak ada bagian-bagin yang dibedakan satu dengan yang lain. Contohnya : sirup, larutan gula dalam air, dll. Campuran disebut heterogen, apabila terdapat bagian-bagian yang tampak berlainan. misalnya, campuran bubuk kopi dan gula, minyak dalam air, dll.

II. UNSUR
1) Pengenalan Unsur

         Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Tata cara penulisan lambang unsur kimia disampaikan oleh "Jons Jacob Barzelius", Penulisan lambang unsur yang mengikuti aturan adalah sebagai berikut :
  • Lambang unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur diambil dari bahasa latin atau Yunani (Contoh : Fe dari kata Ferrum, diambil dari bahasa Latin yang berarti Besi).
  • Lambang unsur ditulis dengan satu huruf kapital.
  • Untuk unsur yang dilambangkan dengan lebih dari satu huruf, huruf pertama ditulis dengan huruf kapital, dan huruf kedua ditulis dengan huruf kecil. (Contoh : Li yang berarti Litium).
  • Apabila unsur yang memiliki huruf pertama yang sama, maka huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat dalam unsur tersebut. (Contoh : Ra untuk Radium, dan Rn untuk Radon). 

   Unsur terbagi menjadi dua kelompok, yaitu unsur Logam dan unsur Non Logam :
     - Unsur Logam : umumnya, unsur logam diberi nama akhiran ium. umumnya, logam ini memiliki titik   didih yang tinggi, berwujud padat (kecuali air raksa), mengkilap, dapat dibengkokan, dan dapat menghantarkan panas atau listrik.
     - Unsur Non Logam : umumnya hampir 20% unsur ini berwujud padat atau gas (kecuali brom yang berwujud cair), memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap, kadang-kadang rapuh tidak dapat dibengkokkan, dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.

2) Sistem Periodik Unsur
       Sistem periodik unsur mengalami berbagai proses perkembangan, diantaranya adalah :
        1. Triade Dobereiner
Tokoh dari teori ini adalah Johan Wolfgang Dobereiner. Dobereiner yang pada saat itu sedang mempelajari beberapa unsur, melihat adanya kemiripan sifat diantara unsur-unsur tersebut dan mengelompokkan berdasarkan kemiripan sifatnya. Ternyata tiap kelompok terdiri dari 3 unsur sehingga disebut triadeApabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kemiripan sifat dan diurutkan massa atomnya, ternyata unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga
        2. Teori Oktaf Newland
John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. Setelah disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, Newland menemukan adanya berbagai kemiripan sifat. Unsur pertama memiliki kemiripan sifat dengan unsur kedelapan, unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Pada saat daftar Oktaf Newland disusun, unsur-unsur gas mulia belum ditemukan, hukum ini hanya berlaku pada unsur-unsur dengan massa atom yang rendah. 
        3. Sistem Periodik Mendeleev
Pada tahun 1869, tabel periodik mulai disusun. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dari 2 ilmuwan, yaitu Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Mayer dari Jerman. Keduanya bersaing membuat tabel, dan menghasilkan tabel yang serupa dengan waktu hampir bersamaan. karena Mendeleev yang terlebih dahulu memperkenalkannya, maka ia dianggap sebagai penemu sistem tabel periodik. Sistem periodik ini juga dikenal dengan sebutan sistem periodik unsur pendek. Tabel ini disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat.     
      Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik mendeleev adalah :
  • Dua unsur yang berdekatan, massa atom yang relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan.
  • Terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan, seperti 44, 68, 72 dan 100.
  • Dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon.
  • Dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur, contoh : Cr = 52,0 bukan 43,3.

     a) Kelebihan Sistem periodik Mendeelev

         - Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur
         - Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya
         - Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu & telah mempunyai tmpat kosong

     b) Kekurangan Sistem Periodik Mendeelev

         - Panjang Periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan
     - Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. contoh : Te (128) sebelum I (127)
        - Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2, tetapi berkisar antara 1 dan 4, sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat.
        - Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya.
    - Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dan unsur yang lain tidak dijelaskan.

        4. Sistem Periodik Modern
Henry G. J. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik seharusnya sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur, bukan massa atom. Moseley berhasil menemukan kesalahan pada tabel periodik unsur Mendeelev, yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. Sistem periodik ini dikenal dengan sistem periodik bentuk panjang, yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. 
     Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka :
  • Periode 1 disebut periode sangat pendek dan berisi 2 unsur
  • Periode 2 disebut periode pendek dan berisi 8 unsur
  • Periode 3 disebut periode pendek dan berisi 8 unsur
  • Periode 4 disebut periode panjang dan berisi 18 unsur
  • Periode 5 disebut periode panjang dan berisi 18 unsur
  • Periode 6 disebut periode sangat panjang dan berisi 32 unsur. Pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur 58 sampai 71 dan diletakkan pada bagian bawah
  • Periode 7 disebut periode belum lengkap. Karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada deretan ini terdapat unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai 103 yang diletakkan pada bagian bawah.

     Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8dan ditandai dengan angka Romawi. Ada dua golongan besar, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Golongan B terletak antara golongan II A dan III A.
  • Golongan IA disebut golongan Alkali
  • Golongan IIA disebut golongan Alkali Tanah
  • Golongan IIIA disebut golongan Boron
  • Golongan IVA disebut golongan Karbon
  • Golongan VA disebut golongan Nitrogen
  • Golongan VIA disebut golongan Oksigen
  • Golongan VIIA disebut golongan Halogen
  • Golongan VIIIA disebut golongan Gas Mulia

     Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip sifatnya, yaitu unsur-unsur Lantanida. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. kedua seri unsur ini disebut unsur transisi dalam. 

III. ENERGI
   a) Pengertian Energi

       Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu usaha. Contohnya, tindakan kita mengayuh sepeda, mendorong meja, dan berolahraga, pastinya memerlukan energi untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. 


   b) Macam-macam Energi
       1) Energi Kinetik


 Adalah suatu energi yang dimiliki oleh suatu benda yang bergerak. Contohnya apabila kita sedang berjalan, berlari, mobil yang sedang melaju, benda yang berputar, dan lain-lain, mereka semua mempunyai energi yang disebut energi gerak/kinetik. Para ahli kimiawan mempelajari partikel yang bergerak khususnya gas, karena energi kinetik dari partikel ini membantu untuk menentukan apakah reaksi dapat terjadi selain ada tidaknya tumbukan antar partikel dan perpindahan energi.

       2) Energi Potensial
Adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda akibat adanya pengaruh tempat atau kedudukan dari  benda tersebut. Energi potensial dapat disebut juga sebagai energi diam, atau energi yang tersimpan, karena benda yang diampun dapat memiliki energi. Apabila benda tersebut bergerak, maka akan terjadi perubahan dari energi potensial menjadi energi kinetik. Contoh : Buah kelapa yang siap jatuh dari pohonnya dan pegas yang diregangkan.
       rumus dari persamaan energi potensial :
       Ep = m.g.h
       
       Ep = Energi Potensial
       m  = massa/berat dari benda
       g   = percepatan gravitasi
       h   = ketinggian benda dari tanah
 
        3) Energi Panas (Kalor)
        Adalah energi yang dimiliki oleh benda yang panas. Panas merupakan salah satu bentuk energi. Contoh : lilin yang menyala dapat memutar kertas spiral yang digantung di atasnya. Hal ini terbukti, bahwa lilin yang sedang menyala memiliki energi panas yang dapat memutar kertas spiral tersebut.

        4) Energi Bunyi
Adalah energi yang ditimbulkan oleh benda yang mengeluarkan bunyi. Bunyi dihasilkan dari getaran. Bunyi yang kuat, dihasilkan oleh getaran yang kuat. Contoh : ledakan bom dan petir. Bukti bahwa bunyi memiliki energi adalah suara petir yang dahsyat dapat memecahkan kaca hendela.

        5) Energi Listrik
Adalah energi yang tersimpan dalam benda-benda yang bermuatan listrik. Contohnya adalah energi yang dihasilkan oleh motor listrik dapat menjalankan motor listrik, kipas angin, pompa air listrik, tv, dan lain-lain.
        6) Energi Cahaya
      Kapas yang diletakkan di bawah lensa cembung, lama-kelamaan akan terbakar, mengapa demikian? karena cahayta matahari yang dikumpulkan oleh lensa cembung dapat memanaskan kapas, sehingga kapas terbakar.     
        7) Energi Kimia
       Energi kimia adalah energi yang tersimpan dalam bahan kimia. Contohnya baterai, aki, makanan, dan bahan bakar. sebagian dari bahan kimia tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik.

                  http://www.scribd.com/doc/48257285/MATERI-KIMIA-DASAR-TI
                  http://abynoel.wordpress.com/2008/08/08/modul-kimia/

                  http://syadiashare.com/pengertian-definisi-unsur-senyawa-dan-campuran.html
                  http://hasimiyah.blog.com/2011/02/06/unsur-kimia/

                  http://ridwanaz.com 
                  http://id.shvoong.com
                  http://www.scribd.com
                  http://organisasi.org

Teori Evolusi



     Evolusi merupakan proses perubahan makhluk hidup secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama dari bentuk yang sederhana, menjadi bentuk yang lebih kompleks. Diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan tersebut nampak lebih jelas. 

Terdapat dua macam evolusi :

  • Evolusi Progresif : Evolusi yang menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup
  • Evolusi Regresif (retrogresif) : Evolusi yang menuju pada kemungkinan menjadi punah

     Teori evolusi sendiri merupakan perpaduan antara ide (gagasan) dan fakta. Berikut teori dari para ilmuan mengenai Evolusi makhluk hidup :

1) Jean Baptise Lamarck
     Idenya mengenai evolusi, di tuangkan di dalam buku berjudul "Philosophic zoologique". Dalam buku tersebut, Lamarck mengungkapkan :

  • Alam sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang diwariskan
  • Ciri-ciri/sifat tersebut akan diwariskan kepada keturunannya
  • organ yang sering digunakan akan berkembang, sedangkan apabila tidak digunakan akan mengalami kemunduran bahkan hilang

2) Charles Darwin
Charles Darwin juga menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul "on the ofiginof species by means of natural selection" atau "the preservation of favored races in the struggle for life". Mengenai Evolusi, Darwin berpendapat :

  • Yang menjadi dasar evolusi organik bukan dari adaptasi lingkungan, melainkan karena seleksi alam dan seksual
  • Seleksi alam berupa "pertarungan" dalam kehidupan, yang kuat akan terus hidup
  • Setiap populasi berkecenderungan untuk tumbuh banyak karena proses bereproduksi
  • Untuk berkembang biak, diperlukan adanya makanan dan ruang yang cukup
  • Bertambahnya suatu populasi tidak berjalan terus-menerus


3) Alfred Wallace
   memiliki pendapat yang sama dengan Charles Darwin, bahwa spesies yang ada sekarang, berasal dari spesies masa silam yang mampu bertahan hidup.

4) Count De Buffen 
   Menyatakan bahwa variasi-variasi kecil yang terjadi karena pengaruh alam sekitar yang diwariskan. Dengan demikian, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akan menyebabkan terjadinya variasi yang mengarah pada terbentuknya spesies baru. 

5) Sir Charles Lyeel
    Menyatakan bahwa batuan, pulau-pulau, dan benua mengalami perubahan

6) Thomas Robert Malthus 
   Menyatakan bahwa pertambahan jumlah penduduk naik seperti deret ukur, sedangkan bahan makanan yang tersedia, naik seperti nilai hitung. 

7) Anaximender
   Bumi pada awalnya merupakan lautan, lalu berkembang menjadi daratan. Para makhluk hidup aquatik pun termodifikasi sehingga dapat hidup di darat. Pada manusia, terdapat masa "part fish" dan "part human" yang disebut merman dan mermaid. penampilan seperti ikan ini ada pada masa dalam kandungan bayi selama proses perkembangan. Kemudian, penampilan tersebut akan hilang pada manusia dewasa.   

8) Aristoteles
   Benda-benda hidup berkembang makin sempurna karena pengaruh kekuatan tertentu, yakni entelecy, dan makhluk hidup di daratan berasal dari makhluk hidup di lautan

9) Epicurus
   Epicurus sependapat dengan Aristoteles bahwa organisme berubah dan berkembang makin kompleks dan makin maju. Namun bukan karena faktor entelecy yang mempengaruhinya, melainkan karena faktor "natural law".

10) August Weismann
Ilmuan ini melengkapi teori evolusi Darwin dengan teori genetika modern. Menurutnya, evolusi adalah masalah genetika, yakni soal keturunan bagaimana mewariskan gen-gen melalui sel kelamin.

Pro dan Kontra tentang berbagai pendapat masalah Evolusi  
Lamarck vs Weismann
Weismann menentang pendapat Lamarck, mengenai sifat-sifat makhluk hidup yang diperoleh melalui proses keturunan dari induknya. 
Maka, weismann di sini melakukan percobaan dengan memotong ekor tikus yang panjang, namun pada hasilnya, sampai kepada generasi-20, keturunan induk tikus yang ekornya di potong tadi, tetap berukuran panjang.

Lamack vs Darwin
Mereka berpendapat mengenai jerapah berleher panjang
Lamarck : Semula, jerapah berleher pendek, namun karena beradaptasi dengan lingkungan (selalu memakan dedaunan di pohon yang tinggi), maka lehernyapun menjadi panjang
Darwin : Dalam populasi, ada jerapah berleher pendek, dan ada yang berleher panjang. Dalam kompetisi untuk mendapatkan makanan, jerapah berleher panjang lebih unggul daripada jerapah berleher pendek, sehingga populasi yang sampai sekarang masih dapat kita lihat adalah jerapah berleher panjang. 

Bukti-Bukti Adanya Evolusi
a) Fosil 
   Merupakan sisa-sisa, cetakan ataupun berkas dari hewan maupun tumbuhan yang telah membatu. Fosil ini sebagai bukti adanya peristiwa evolusi yang dapat menentukan umur dengan cara menghitung laju erosi, sedimentasi, kandungan garam, dan kadar radio aktif.

b) Homologi
   Dua organ tubuh dikatakan homolog, apabila mempunyai asal sama (secara embrilogik), tetapi fungsi dan bentuknya berbeda. Contoh : alat gerak manusia dan sirip ikan. (memiliki bentuk rangka yang sama, namun berbeda fungsinya).

c) Analogi
   Merupakan kebalikan dari homologi, yaitu mempunyai asal yang berbeda, namun memiliki fungsi yang sama. Contoh : sayap kupu-kupu dengan sayap kelelawar (memiliki bentuk rangka yang berbeda, namun memiliki satu fungsi yang sama, yaitu untuk terbang).

d) Embriologi Perbandingan
   Ialah hewan-ewan kelas vertebrata, seperti ikan, reptil, aves dan mamalia, meskipun tubuh individu dewasanya berbeda, namun fase perkembangan embrionya sangat mirip (lihat pada gambar, urutan paling atas horizontal, embrio dari manusia, hewan memiliki kemiripan). Embriologi perbandingan ini dibagi menjadi dua :

  • Ontogeni : perkembangan individu mulai dari sel telur hingga individu tersebut mati
  • Filogeni : Sejarah perkembangan organisme dari filum yang paling sederhana hingga yang paling sempurna


e) Adanya variasi dalam satu spesies
   Individu yang termasuk dalam suatu spesies tidak pernah bersifat identik (sama persis). variasi ini terjadi karena faktor genetis dan lingkungan.

f) Petunjuk secara biokimia
   Digunakan uji presipitin (endapan) yang pada dasarnya adanya reaksi antara antigen-antibodi. semakin banyak endapan yang terbentuk maka semakin jauh hubungan kekerabatannya.

g) Adanya Organ-Organ tubuh yang tersisa
   Organ-organ tubuh yang tersisa nerupakan bukti adanya proses evolusi. organ-oran ini sudah tidak berguna, namun masih dijumpai pada manusia, antara lain :

  • umbai cacing (apendiks)
  • tulang ekor
  • gigi taring yang runcing
  • rambut pada dada

h) Petunjuk Peristiwa Domestikasi
   Pembudidayaan makhluk hidup (domestikasi) dapat mengakibatkan terjadinya perubahan fenotipe sesuai dengan keinginan manusia. cara ini, dapat mengevolusikan makhluk hidup, artinya, dapat menghasilkan suatu varietas baru yang dikehendaki manusia berdasarkan sifat-sifat yang berbeda. 


Mekanisme Evolusi

Evolusi dapat berlangsung karena :
1) Mutasi
   Mutasi adalah perubahan materi genetik (gen/kromosom) yang dapat diwariskan secara genetik pada keturunannya. Mutasi ini akan menghasilkan alel baru, kemudian melalui proses perkawinan (kombinasi) akan menghasilkan variasi baru.  

2) Seleksi Alam
   Seleksi terhadap anggota populasi sehingga anggota yang kuat dan sehat yang dapat bertahan hidup. (teori Darwin : "survival of the fittest")


Pendapat Teilhard de Chardin mengenai proses evolusi 

menurut Teilhard, proses evolusi dibagi menjadi 3 tahap :
1) Tahap Geosfer
   Adalah tahap pra-hidup (sebelum adanya kehidupan). tahap perubahan ini terutama menyangkut pada perubahan tata surya
2) Tahap Biosfer
   Permasalahan pada tahap ini adalah "loncatan" munculnya manusia.
3) Tahap Nesosfer
  Menurut Teilhard, yang penting pada makhluk hidup, dalam hal ini, manusia adalah terjadinya evolusi melalui kesadaran batinnya yang semakin mantap.


                  http://ahapidin.blogspot.com
                  http://elearning.gunadarma.ac.id

Geografi Kehidupan


I. Penyebaran Makhluk Hidup
   Di bumi ini, terdapat berbagai macam jenis makhluk hidup yang berbeda-beda. Namun terkadang kita melihat adanya kesamaan antara makhluk hidup di suatu wilayah dengan wilayah lain. Hal ini di karenakan adanya faktor penyebaran makhluk hidup, yaitu:

a) Faktor BIOTIK
        1) Aktivitas Manusia 
           Aktivitas manusia tentu sangat berpengaruh terhadap penyebaran makhluk hidup. Contohnya, apabila kita menebang pohon, maka flora pun lama-kelamaan akan habis. Dengan habisnya flora, maka tidak ada lagi makanan untuk para fauna, dan para fauna pun mencari wilayah dimana masih terdapat bahan makanan untuk mereka. 
        2) Flora dan Fauna
           Hewan memiliki peranan terhadap tumbuhan, contohnya membantu dalam proses penyerbukan, hal ini biasanya dilakukan oleh lebah, kupu-kupu, dan lain-lain. Selain hewan, tumbuhan pun juga berperan dalam menyuburkan tanah. Tanah yang subur, memungkinkan terjadinya perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan, serta dapat mempengaruhi kehidupan faunanya.

b) Faktor ABIOTIK 
        1) Iklim
        Faktor iklim (suhu, kelembapan udara, angin, dll) juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran makhluk hidup. Faktor suhu dan kelembapan sangat berpengaruh bagi perkembangan fisik tumbuhan. Sedangkan matahari, sangat berperan dalam proses fotosintesis. Perbedaan iklim di suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya berbeda-beda juga. Berdasarkan tingkat kelembapan udaranya, tumbuhan dapat dibagi menjadi tiga kelompok :
  • Xerophyta : Tumbuhan yang mampu beradaptasi di daerah kering sekalipun (contoh: kaktus)
  • Mesophyta : Tumbuhan yang dapat hidup di tanah yang lembab (Contoh: Padi)
  • Tropophyta : Tumbuhan yang di dalam kehidupannya membutuhkan banyak air (Contoh: eceng gondok)
        2) Keadaan Tanah
        Perbedaan jenis tanah, mulai dari tekstur hingga zat mineral yang terkandung di dalamnya, dapat mempengaruhi berbagai jenis tanaman yang tumbuh. Mengenai tekstur, dapat mempengaruhi daya serap tanah terhadap air. Ketika tanah tersebut memiliki daya serap air yang tinggi, maka berbagai jenis tanamanpun dapat tumbuh, dan begitu pula sebaliknya. Contoh perbandingan wilayah tropis dengan gurun pasir. Daerah tropis banyak ditumbuhi hutan lebat, pohonnya yang tinggi-tinggi dan daunnya selalu berwarna hijau. Sebaliknya, di gurun pasir hanya tanaman tertentu saja yang dapat tumbuh (seperti kaktus).
        3) Air
     Air memiliki peranan penting bagi tumbuhan, yaitu dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dengan adanya curah hujan di daerah tertentu. Daerah yang curah hujannya kurang, keanekaragaman tumbuhannyapun kurang dibandingkan  daerah yang memiliki bannyak curah hujannya, seperti di daerah tropis.
        4) Tinggi Rendah Permukaan Bumi
        Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti daerah pegunungan, pantai, dataran rendah dan perbukitan. Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi, mengakibatkan adanya variasi suhu udara.  Variasi suhu udara tersebutlah yang mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan.Semakin tinggi suatu daerah semakin dingin suhu udara di daerah tersebut. Dan begitu pula sebaliknya. Contohnya, tanaman yang hidup di daerah pantai, banyak di tumbuhi oleh pohon kelapa, namun lain halnya pada daerah pegunungan, yang memiliki banyak keanekaragaman tumbuhan, pohon-pohon yang rimbun, dan lain lain. 

Klasifikasi penyebaran flora dan fauna :
    1) Penyebaran Flora
      Flora di Indonesia sangatlah banyak. Flora di Indonesia bagian barat, memiliki banyak kesamaan dengan benua Asia. Hal ini di sebabkan karena wilayah Indonesia bagian barat pernah bersatu dengan daratan Asia. Sehingga flora ini disebut sebagai flora Asiatis. Flora Indonesia bagian barat terdiri dari :
  • Hutan Hujan Tropik. Ditandai oleh rimba belantara dengan tumbuhan yang beraneka ragam. Hutan hujan tropik yang lengkap masih memiliki ciri-ciri berdaun lebar, pohon tinggi besar, belukar-belukar tropik serta cendawan. wilayah ini terdapat di daerah Sumatra, Jawa dan Kalimantan.
  • Hutan Musim. merupakan daerah yang ditumbuhi flora yang menggugurkan daunnya di musim kemarau. Wilayah ini terdapat di daerah Jawa.
  • Hutan Bakau. merupakan daerah yang terdiri dari flora khas pantai, seperti rumbia, nipah, dan bakau.
  • Sabana Tropik. merupakan padang rumput yang diselingi pohon tegakan tinggi. Wilayah ini dapat ditemui di wilayah Timur Jawa Timur, bali, dan Gayo. 
         Wilayah ini memiliki berbagai jenis vegetasi, antara lain :
  • Sabana Tropik yang ada di Nusa Tenggara Barat
  • Steppa. merupakan padang rumput yang diselingi pohon tegakkan tinggi. Steppa banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur
  • Hutan bakau yang terdiri dari nipah dan bakau
  • Hutan pegunungan yang terdiri dari cemara dan pinus
      Jenis Flora di wilayah Indonesia bagian Timur disebut juga sebagai Flora Australis. karena wilayah ini pernah bersatu dengan daratan Australia. Flora bagian Timur ini banyak terdapat di Papua. jenis vegetasinya adalah Hutan hujan tropik, hutan pegunungan, dll.
      Apabila dilihat dari lingkup dunia, maka persebaran flora dibagi menjadi beberapa wilayah penyebaran :
  1. Wilayah Ethiopian : wilayah yang penyebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan gurun sahara, Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Tumbuhan yang khas di daerah ini meliputi kaktus.
  2. Wilayah Paleartik : Wilayah persebarannya meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Soviet, daerah dekat Kutub Utara sampai pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi pada wilayah ini bervariasi mulai dari perbedaan suhu, curah hujan, maupun kondisi permukaan tanah, menyebabkan tanaman yang tumbuh juga bervariasi. Contoh : Bunga Sakura di Jepang.
  3. Wilayah Nearktik : Persebarannya meliputi wilayah amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Flora yang khas adalah flora yang tumbuh pada daerah-daerah yang dingin. Contoh : cemara yang biasa tumbuh di daerah bersalju.  
  4. Wilayah Neotropikal : Persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Contoh : Pohon Eboni
  5. Wilayah Oriental : Wilayah penyebarannya meliputi daerah Asia bagian Selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Filiphina. Contoh : Bunga Bangkai
  6. Wilayah Australian : Wilayah ini mencakup Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, pulau-pulau di sekitarnya, dan kepulauan di Samudera Pasifik. Contoh : Eukaliptus
II. Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
a) Daerah Tropik
         Memiliki ciri beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu antara Jahuari hingga Desember sangatlah sedikit, curah hujan sangat tinggi. Terdapat ribuan spesies tumbuhan yang dapat membenntuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat mencapai 20-40 m
  • Cabang pohon panjang dan banyak, membentuk naungan pohon yang luas
  • Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karena hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
  • Tanah dibawah naungan hampir tidak pernah mendapatkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tanaman merambat, menjalar ke atas. Misalnya rotan
  • Di lapisan terbawah, hidup lumut dan rumput sebagai makanan hewan kecil. 
      Didalam hutan tropis yang lebat, terdapat beraneka ragam binatang, mulai dari bakteri pembusuk dalam tanah, burung, kera, sampai harimau dan binatang besar lainnya. Sedangkan tumbuhan yang hidup dalam tumbuhan ini, memiliki ciri : berukuran kecil, tumbuh ketika hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya. 
      Ciri lingkungan abiotiknya : suhu udara pada siang hari sangat tinggi, sekitar 50oC sedangkan pada malam hari dapat mencapai 0oC. kelembapan udara sangat rendah, penguapan air sangat tinggi, yang berakibat pada tanahnya yang tandus. 

b) Daerah Sub-Tropik
        Merupakan iklim sedang. Terdapat 4 musim : musim panas, musim gugur, pusim dingin dan musim semi.    Curah hujannya sepanjang tahun, sekitar 75-100cm/tahun. Karena curah hujan yang sedikit, menyebabkan tumbuhnya bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput cepat mati dan membusuk ketika musim gugur. 
     Ciri Biomanya : Hutannya merupakan hutan luruh, Gugurnya daun merupakan persiapan datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai. Pada musim dingin terdapat salju, jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit, dan jarak antar pohon tidak rapat dan tidak ada perdu di bawahnya.   

c) Daerah Kutub
        Daerah ini, pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari. Pada musim dingin, matahari kurang dari 12 jam sehari. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdisi dari satu spesies (homogen). Pohon khasnya adalah konifer, dan hewan yang hidup disekitar hutan taiga seperti moose, beruang hitam, dan marten. 
        Di belahan utara, terdapat tundra. Daerah ini mendapat sedikit energi radiasi matahari. perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin sangatlah besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil. Binatang khas daerah ini adalah rendeer, beruang putih,  musk axen. 

III. Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran Binatang
Menurut Alfred Russel Wallace, penyebaran hewan di bumi, dapat dikelompokkan menjadi 6 daerah, yaitu :
  1. Wilayah Ethiopian : wilayah yang penyebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan gurun sahara, Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Contoh : zebra, jerapah, gajah, dan gorilla 
  2. Wilayah Paleartik : Wilayah persebarannya meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Contoh : Beruang Eropa, Bison dan Rusa Kutub.
  3. Wilayah Nearktik : Persebarannya meliputi wilayah amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Contoh : hewan pengerat besar seperti berang-berang
  4. Wilayah Neotropikal : Persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Contoh : kera dan tapir
  5. Wilayah Oriental : Wilayah penyebarannya meliputi daerah Asia bagian Selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Filiphina. Contoh : harimau, gajah, tapir dan kerbau
  6. Wilayah Australian : Wilayah ini mencakup Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, pulau-pulau di sekitarnya, dan kepulauan di Samudera Pasifik. Contoh :  hewan yang berkantung seperti kanguru.
Sumber: http://ibetholic.blogspot.com                 http://www.scribd.com                 sayedmaulana.files.wordpress.com/                 http://elearning.gunadarma.ac.id                 http://budisma.web.id